Sevgilim here - Cerita masa lalu yang tertinggal (baca-ditinggalkan) - fiction edition



Semua orang punya cerita, masa lalu, duka, bahagia, dan tangisan. Dan kita sebagai manusia, tak ada yang dapat diperbuat jika sudah dipertemukan takdir. Rencana dan cerita begitu teramat manis, namun adakala duka dan tangis datang menghampiri. Aku bukanlah manusia tanggung dengan segala duka nestapa yang hadir dalam hidupku. Aku juga manusia yang lemah. Tak jarang aku hanya bisa terduduk kaku, bukan menangisi atas apa yang terjadi, bukan pula menyesali. Entah seperti apa harus aku menerangkannya.
Hati ini hanya tak rela kenapa harus menjadi korban kemurahan hatiku sendiri. Tapi baiklah, itu sudah terjadi. Dan aku sudah tidak mau memikirkannya lagi.

Sekarang, bukan yang telah terjadi yang menjadi pikiranku. Mengingat ini baru saja terjadi, maka ketika dia berusaha lagi hadir dan mengusik hari-hari ku, aku pun merasa amat sangat tidak nyaman. Sungguh, ingin rasanya hanya diam dan tak peduli. Tetapi kehadirannya memaksa ku untuk tidak mengacuhkannya. Ini bukan karena cinta, tetapi..sekali lagi, kemurahan hati ini yang mungkin benar-benar "murah" :(
Ya, aku harap ini terakhir kalinya. Tolong, jangan pernah lagi hadir, dalam bentuk apapun itu. Aku lelah.


Pagi pun datang, masih terbayang saat malam tadi. Aku memutuskan untuk berbenah. Setidaknya dia tidak ada alasan untuk mengusik ku lagi. Ohh, aku tak berdaya. Lemah tanpa bisa menguatkan.

Ini sudah berkali-kali. Namun aku masih saja mengalaminya. Seperti tak pernah bisa belajar dari yang sudah pernah terjadi, kejadian itu terulang dan terulang lagi. Haruskah aku belajar menjadi sedikit "jahat" agar aku tidak selalu menjadi korban "kemurahan hatiku" sendiri? Seperti orang-orang lain yang bisa tak peduli dengan orang lain dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Hingga dia bisa mendapatkan apa yang dia mau meskipun itu harus mengorbankan orang lain. Menyakiti perasaan orang lain. Bahkan setelah itu bisa membuat orang lain lebih menderita seakan mengikuti hasrat nurani yang telah menutup mata dijalan kabaikan. mungkin menjadi lahan menebar "kebencian" dan setelah itu bisa menjadi puas.

Disini, aku masih harus belajar. Harus bagaimana aku. Berharap apapun itu akan menjadi lebih baik dan mendapatkan yang terbaik di akhir kemudian.



catatan penyemangat
Emie - Sevgilim here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngomong Turki ( latihan - belajar )

Dear Herşeyim