Shehrazat dan Kisah 1001 Malamnya

Sheherazade and Sultan Schariar by Ferdinand Keller - 1880




Jika kita mendengar nama shehrazat, memang kita akan teringat dengan kisah 1001 malamnya. Tentu kita sudah sangat akrab dengan cerita-cerita di dalamnya. Atau kita justru malah tahu betul cerita-cerita 1001 malam itu tanpa tahu asalanya cerita itu ada. Sperti kisah Ali Baba, Sinbad atau Kisah Aladdin.

Alkisah seorang raja bernama Shahryar mendapati istrinya sedang tidur seranjang dengan budaknya. Dengan rasa sakit hati dan murka, Raja menghabisi keduanya. Namun ternyata, rasa sakit hati tidak sampai disitu saja. Murka Amarah raja bak menjalar mendarah daging. Akhirnya, ia perintahkan seorang pegawai tertinggi kerajaan (wazir) agar mencarikan gadis untuk dia nikahi. Namun, gadis itu hanya dinikahinya semalam saja dan akan dibunuh ke esokan harinya. Dan begitulah hari-hari berjalan selama bertahun-tahun. Tiga tahun lamanya, sudah beratus-ratus gadis tak berdosa ia bunuh.Rakyat pun menyerukan perlawanan, rakyat mengutuk sang raja dan memohon kepada Allah untuk menghancurkan raja dan pemerintahannya. Para gadis ketakutan, para ibu menangis, para orang tua melarikan anak-anaknya hingga tidak ada lagi gadis di wilayah kerajaannya.Sampai pada akhirnya hanya tersisa dua orang gadis di wilayah kerajaan, yaitu dua orang putri dari Wazir nya sendiri, putri tertuanya Shehrazat dan adiknya Duniazat.

Ketika sang wazir pulang kerumah dengan wajah muram dan pucat, Shehrazat menghampiri ayahnya dan bertanya. Perihal apakah yang membuat ayahnya murung? Sang ayah pun bercerita tentang masalahnya. Alih - alih merasa takut dan khawatir akan keberadaannya, Shehrazat malah menawarkan diri untuk dinikahkan dengan sang raja. "Ijinkan aku menikah dengannya, Ayah" pintanya. "Bisa jadi aku akan tetap hidup, atau aku akan menjadi tumbal bagi gadis - gadis muslim lainnya dan menyelamatkan mereka dari tangan raja dan tanganmu, Ayahku".

Seorang ayah pastilah sangat mencintai anaknya, begitupun sang wazir. Jelas dia menolak dan mendesak putrinya untuk memikirkan alternatif lain. Menikahkan anaknya dengan sang raja sama artinya menyerahkan putrinya pada kematian. Tapi shehrazat meyakinkan ayahnya, dia percaya bahwa dirinya akan bisa menakhlukan sang raja, menghentikan pembantaian yang ia lakukan selama ini. Dan berniat mengobati penyakit hati sang raja dari amarah, dendam dan murkanya dengan menceritakan kisah-kisah dan segala peristiwa yang pernah menimpa orang - orang lain.

Dalam kisah-kisah yang dia ceritakan, Shehrazat mengajak sang raja menjelajahi negeri - negeri yang jauh untuk mengenal cara - cara orang lain yang belum dia kenali hingga sang raja dapat menyadari ketidakberesan didalam dirinya. Bahwa ada penyakit hati didalam dirinya yang membuat hidupnya kelam seperti itu. Shehrazat berniat membantu sang raja melihat penjara didalam dirinya dan kebencian obsesifnya terhadap perempuan. Shehrazat begitu yakin, jika dia berhasil membawa raja melihat bagaimana dirinya sendiri, dan ia akan dapat berubah untuk mencitai sesama manusia. Akhirnya, dengan sangat terpaksa sang ayah mengijinkan putrinya dan menikahkannya dengan Raja Shahryar.

Begitu memasuki kamar tidur sang raja, Shehrazat mulai bercerita tentang suatu cerita yang sangat memikat. Dan dengan sangat cerdik, dia membuat cerita itu menggantung di bagian yang paling menegangkan hingga sang raja tidak ingin berpisah di keesokan hari dengannya. Maka sang raja membiarkan Shehrazat tetap hidup hingga malam berikutnya hingga cerita itu dapat diselesaikan. Akan tetapi pada malam kedua, Shehrazat mengisahkan cerita lain yang lebih seru. Cerita yang juga jauh dari kata selesai ketika pagi telah tiba, dan sang raja membiarkannya tetap hidup.

Hal yang sama berulang pada malam - malam berikutnya, dan begitu seterusnya hingga seribu malam, yang berarti hampir tiga tahun. Hingga sang raja tidak mampu membayangkan dapat hidup tanpa Shehrazat. Akhirnya sang raja dan Shehrazat memiliki dua orang anak, dan setelah seribu satu malam, sang raja menghentikan kebiasaan mengerikan itu, dia tak lagi memenggal kepala perempuan yang tak berdosa akibat dari dendam dan murkanya terhadap perempuan.



Dikutip dari :
Buku "Perempuan-Perempuan Harem" Karangan Fatima Mernissi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sevgilim here - Cerita masa lalu yang tertinggal (baca-ditinggalkan) - fiction edition

Ngomong Turki ( latihan - belajar )

Dear Herşeyim