Komentar-komentar di media sosial
Akhir-akhir ini aku sudah jarang nongol di facebook, tiba-tiba teman baikku mengirim pesan whatsapp padaku. Dia mengatakan bahwa si Tole (bukan nama sebenarnya) kalau bikin status di facebook bahasanya kasar banget! seperti orang gak sekolah, gak tau bagaimana berbahasa dengan baik dan pantas! Saya pun mengomentari pendapatnya, berhubung si Tole ini orang yang pernah kita kenal dekat jadi sepertinya prihatin sekali dengan sikapnya yang seperti itu.
Sebelumnya di akun fecabook saya, saya terhubung ke berbagai group. Entah itu group mengenai english learning, turkish learning, agama, dan group-group lain yang menurut saya menarik untuk diikuti. Tak jarang di setiap postingan banyak sekali komentar-komentar dari para anggota yang menurut saya sangat kurang pantas. Maksud saya disini, komentar mereka kurang pantas karena tidak layak di utarakan di media sosial atau public. Namun tak jarang pula saya menemukan komentar-komentar yang isinya kata-kata kasar seperti yang di lakukan si Tole ini. Di jaman yang sudah sangat maju seperti ini, prihatin sekali melihat masih banyak pengguna media sosial yang memanfaatkannya untuk bersikap tidak baik seperti itu.
Okay, back to topic. Setelah melihat apa yang dilakuakan si Tole, terpikir olehku mengapa ada karakter manusia yang entah mengapa dia justru bangga menunjukkan bahwa dia berani mempublikasikan kata-kata kasar di media sosial seperti itu. Apakah dia bangga karena dia berani melakukannya? Atau dia bangga karena mungkin menurutnya jika dia melakukan itu, orang-orang akan menilai bahwa dia itu gaul (seperti temen-temannya yang gaul)?
Karena setahu saya, yang dulu pernah ikut sepergaulan dengan si Tole dan teman-temannya memang terbiasa berkata-kata kasar seperti itu. Padahal teman-temannya ini justru mereka adalah orang-orang yang lingkup sosialnya lebih luas, berpendidikan tinggi, dan saya melihat sendiri bagaimana mereka bersikap terhadap media sosial mereka.
Kenapa saya penasaran, karena si Tole ini berbeda dengan teman-temannya. Teman-temannya ini memang jika sedang bergaul dengan kita mengucapkan kata-kata kasar (dalam konteks bergurau ataupun mengumpat), tetapi dalam ranah media sosial, sepertinya mereka mengerti harus bagaimana bersikap. Jarang sekali saya menemukan kicauan atau komentar atau status mereka yang menggunakan kata-kata kasar. Kalaupun ada, mereka tau harus seperti apa penulisannya (baca - sensor). Apa ini termasuk kedalam katagori Krisis Moral ??? hmm..ironis. Jangan hanya demi ingin dilihat gaul kita malah justru gak tau cara berperilaku diranah publik itu seperti apa (baca - berkata kasar di media sosial).
Semoga anak-anak penerus bangsa di tahun-tahun kedepan masih menjaga moral dan sosial negeri ini.
Komentar